24 Oktober 2026
TERKINI
On The Street

SP FKPPA Tolak Skema Streamlining PDSI-Elnusa, Ini Kekhawatirannya

Admin29 September 2026117 dibaca
SP FKPPA Tolak Skema Streamlining PDSI-Elnusa, Ini Kekhawatirannya
“Masih terdapat beberapa opsi dalam tahap pembahasan dan juga belum terdapat keputusan final terkait dengan streamlining tersebut,”

Beritakota.id, Jakarta — Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) menyatakan dukungan kepada para pekerja PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di tengah pembahasan streamlining layanan hulu yang melibatkan PDSI dan PT Elnusa Tbk.

Ketua Umum SP FKPPA periode 2024–2027, Capt Gandha Febriansyah, mengatakan hingga 17 September 2026 masih terdapat sejumlah opsi yang sedang dibahas dan belum ada keputusan final mengenai rencana streamlining tersebut.

“Masih terdapat beberapa opsi dalam tahap pembahasan dan juga belum terdapat keputusan final terkait dengan streamlining tersebut,” kata Gandha dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, streamlining pada dasarnya merupakan upaya menyederhanakan dan mengintegrasikan struktur bisnis agar lebih efisien. Namun, apabila proses tersebut ditempuh melalui penggabungan PDSI ke Elnusa, SP FKPPA meminta adanya penjelasan transparan mengenai masa depan bisnis drilling, aset, sumber daya manusia, kompetensi, serta pengendalian strategis setelah restrukturisasi.

Perbedaan Struktur Kepemilikan Jadi Sorotan
Gandha mengatakan perhatian serikat pekerja salah satunya berkaitan dengan perbedaan struktur kepemilikan PDSI dan Elnusa.

Mengacu pada dokumen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang disebutnya menjadi rujukan dalam pembahasan, kepemilikan Pertamina melalui PHE atas PDSI tercatat sebesar 99,96 persen, sedangkan sisanya dimiliki PT Pertamina Pedeve Indonesia.

Sementara itu, kepemilikan Pertamina melalui PHE pada PT Elnusa Tbk tercatat 51,10 persen, dengan 48,90 persen lainnya dimiliki pemegang saham publik atau pemegang saham lainnya.

Menurut Gandha, perbedaan struktur kepemilikan tersebut membuat wacana penggabungan PDSI ke Elnusa menjadi perhatian bukan hanya bagi SP FKPPA, tetapi juga serikat pekerja di bawah Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

“Struktur kepemilikan kedua perusahaan ini memang berbeda secara material,” ujarnya.

Dukung Efisiensi Pertamina
SP FKPPA menyatakan memahami kebutuhan Pertamina untuk terus melakukan transformasi, meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya yang tidak produktif, serta mengurangi tumpang tindih fungsi.

Namun, Gandha menekankan efisiensi menurut serikat pekerja harus tetap diarahkan untuk memperkuat perusahaan.

“Efisiensi yang dijalankan seharusnya untuk memperkuat perusahaan, bukan justru mengurangi ruang kendali negara atas aset dan berpotensi melemahkan kompetensi strategis yang sudah dimiliki Pertamina,” katanya.

Kompetensi PDSI Dinilai Strategis
SP FKPPA memandang PDSI memiliki kompetensi strategis dalam bidang drilling, well services, eksplorasi, eksploitasi, serta perawatan sumber minyak dan gas bumi dan geotermal.

Menurut Gandha, kompetensi tersebut merupakan bagian penting dari rantai bisnis energi nasional dan dibangun melalui pengalaman serta kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan.

Karena itu, serikat pekerja meminta agar proses streamlining tidak hanya mempertimbangkan aspek efisiensi struktur, tetapi juga menjaga kompetensi yang telah dibangun dalam jangka panjang.

“Pelaut dan Pekerja Pertamina Berdiri Bersama PDSI”

Gandha menegaskan SP FKPPA bersama para pelaut dan pekerja aktif Pertamina menyatakan dukungan kepada PDSI dan seluruh pekerjanya.

Menurut dia, pekerja di sektor pelayaran dan pekerja PDSI memiliki peran yang saling berkaitan dalam rantai bisnis energi, meskipun bekerja di bidang yang berbeda.

“Para pelaut dan pekerja aktif Pertamina di bawah organisasi Serikat Pekerja FKPPA berdiri bersama PDSI dan juga seluruh pekerjanya,” ujar Gandha.

SP FKPPA berharap setiap keputusan mengenai streamlining PDSI dan Elnusa dilakukan secara menyeluruh, transparan, serta tetap mempertahankan kompetensi strategis yang dibutuhkan dalam kegiatan hulu energi.

Hingga konferensi pers tersebut digelar pada 17 September 2026, Gandha menyatakan belum ada keputusan final terkait skema streamlining PDSI dan Elnusa.

Sumber: https://beritakota.id/sp-fkppa-tolak-skema-streamlining-pdsi-elnusa-ini-kekhawatirannya/

Komentar (0)

Berita Terkait

↑