Jakarta, OG Indonesia -- Tidak kunjung rampungnya revisi Undang-Undang Migas (UU Migas) menjadi sorotan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Federasi yang menaungi serikat-serikat pekerja di grup Pertamina ini menilai revisi UU Migas yang akan melewati tiga periode presiden, dari SBY, Jokowi dan presiden terpilih 2024 ini disinyalir tidak kunjung diketok pengesahannya karena ketiadaan "sponsor". "Ini sih katanya karena tidak ada "sponsor". Katanya ya, lebih jelas tanyakan saja ke anggota Dewan," ucap Arie kepada sejumlah awak media selepas buka puasa bersama dan tasyakuran ulang tahun FSPPB ke-21 di Gedung Pusat Pertamina. FSPPB sendiri disebutnya terus mendorong penuntasan revisi UU Migas dengan memberikan sejumlah masukan. Arie membeberkan ada beberapa poin penting yang menurut FSPPB perlu diakomodir dalam UU Migas yang baru nanti. "Yang menonjol yang kita usulkan adalah mengembalikan Pertamina sebagai perusahaan selain sebagai operator dia juga regulator. Dengan begitu Pertamina punya power lebih besar untuk menentukan arah bisnisnya,"tegas Arie. Poin penting lainnya adalah terkait petroleum fund yang sangat dibutuhkan untuk kemandirian energi bangsa. "Cadangan uang dari minyak ini bisa untuk eksplorasi, karena tanpa eksplorasi kita tidak akan mendapat cadangan baru. Lalu untuk penyiapan transisi energi khususnya kesiapan teknologi untuk menyambut EBT," terangnya. Arie mengungkapkan banyaknya tantangan dalam merampungkan UU Migas baru. Apalagi saat ini, sektor energi terutama migas selalu dikuasai tiga kelompok elit, yakni elit penguasa, elit pengusaha, dan elit politik. "Makanya salah satu perjuangan federasi adalah dengan membuat edukasi ke masyarakat melalui komunitas pemuda dan mahasiswa. Salah satunya Dewan Energi Mahasiswa (DEM), yakni bagaimana kita mengedukasi supaya persoalan migas ini tidak hanya jadi konsumsi tiga elit tapi untuk semua rakyat Indonesia,"pungkas Arie. RH
Semarang - Arie Gumilar kembali dipercaya memimpin Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2024 - 2027. Ini merupakan hasil kesepakatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 FSPPB yang dihelat di Semarang, Jawa Tengah, 24 - 26 April 2024. Bagi Arie, ini merupakan kali ketiga dirinya diberi amanah menakhodai federasi yang menampung seluruh serikat pekerja Pertamina Group tersebut. "Innalillahi wainna ilaihai rojiun. Semoga ini menjadi sebuah kesepakatan semua. Saya berdiri di sini bukan atas nama pribadi, tetapi atas pilihan semua ketua SP yang hadir," kata Arie dalam sambutannya. Ia juga menyebutkan Munas menjadi wujud dinamisnya organisasi yang menyepakati pemilihan calon presiden. "Meski cukup rumit dan dinamis, namun pada akhirnya semoga ini menjadi sebuah kesepakatan kita semua," tegas Arie. Ia juga mengingatkan perjuangan ke depan tidak akan lebih mudah dari sebelumnya."Mudah-mudahan KORSA kita betul-betul selamanya. Perjuangan kita semakin berat," tegas Arie. Diungkapkan, dirinya sudah melewati dua periode sebagai presiden federasi yang penuh tantangan. "Untuk itu saya meminta dukungan dari semuanya, bahwa keberhasilan kita semua bisa diraih apabila kompak bersatu," pungkasnya. (fsppb)